Kisah Seorang Putri Jawa

Memang ini sudah lewat beberapa hari tapi, Selamat Hari Kartini! Setiap tanggal 21 April kami di Indonesia merayakan Hari Kartini Para waninta akan mengenakan kebaya yang merupakan pakaian tradisional Indonesia dan sekolah-sekolah akan merayakannya dengan berbagai acara.

Raden Ajeng Kartini merukapan keturunan dari keluarga ningrat di Jepara yang dulunya masih menjadi bagian dari Hindia Belanda. Pada saat umurnya dua puluh emat tahun, Ia dinikahkan menjadi istri keempat, menjadi ibu bagi seorang anak laki-laki dan setahun kemudian belia meninggalkan dunia ini saat berumur dua puluh lima tahun.

Jelas hal-hal ini bukanlah alasan mengapa Ia menjadi salah satu wanita yang dirayakan eksistensinya di Indonesia.

R.A.Kartini adalah seorang anak perempuan dan walaupun hanya sebentar juga seorang ibu. Namun, terlepas dari semua itu, Ia adalah seorang wanita. Ia adalah seorang wanita asli Jawa yang memiliki pemahaman tentang adat istiadat di Indonesia. Ia adalah seorang wanita yang mengerti dan simpatik akan kondisi yang harus dihadapi para wanita pada masa itu. Kurangnya kesempatan dalam pendidikan, kurangnya otonomi dan juga kurangnya kesejajaran dalam hukum.

Beliau adalah seseorang yang setiap wanita di Indonesia patut mengucapkan rasa terima kasih. Jikalau bukan karenanya, para wanita Indonesia mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan dalam edukasi ataupun dalam kehidupan berkarir.

Pada masa hidupnya beliau sempat melakukan korspondensi dengan seorang wanita Belanda bernama Rosa Manuela Abendanon-Mandri. Dalam surat-suratnya, Ia menyebutkan keinginannya untuk melanjutkan sekolah di Belanda, impianya untuk menulis buku dan juga tentang pemikiran-pemikirannya. Saat belia meninggal, J.H. Abendanon menerbitkan surat-suratnya menjadi sebuah buku yang berjudul Door Duisternis tot Licht atau dalam Bahasa Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang.

Beliau mungkin tidak berkesempatan untuk mengikuti mimpi dan ambisinya tetapi ide-ide yang beliau utarkan tetap hidup sampai sekarang. Ia adalah wanita yang bertangung jawab dalam membuka jendela kesempatan bagi para wanita-wanita di Indonesia.

Jadi, buatlah beliau bangga.

Setidaknya itu yang dapat kita lakukan sebagai tanda jasa untuk beliau.

banner_id[English]

You might also like: